Minggu, 14 Februari 2021

BAB 8 BANGUN RUANG SISI DATAR (KUBUS DAN BALOK)

 




Coba kalian amati benda –benda di sekitarmu

Buku, tempat pensil, penghapus, rumah, meja, kursi sampai bermacam-macam kemasan makanan dan alat elektronik

Bagaimana bentuknya ?

Ada yang berbentuk kubus, balok, prisma, limas dan gabungannya

Hari ini kita akan membahas bentuk-bentuk tersebut, dari mulai unsur-unsur, luas permukaan dan volumenya

Beberapa telah kalian pelajari di Sekolah Dasar

Dan ada beberapa hal baru sebagai tambahan agar wawasan kalian semakin luas dan beragam

Hari ini kita awali dengan KUBUS dan BALOK


A.   KUBUS

Kubus adalah bangun ruang yang terdiri dari 6 buah persegi yang sama


Unsur-unsur kubus

Kubus terdiri atas :

a. 6 sisi = ABCD, EFGH, ABFE, BCGF, DCGH, dan ADHE

b. 8 titik sudut = titik A, B, C, D, E, F, G, dan H

c. 12 rusuk = AB, BC, CD, AD, EA, FB, GC, HD, EF, FG, GH, dan EH

d. 12 DIAGONAL SISI



e. 4 DIAGONAL RUANG



f. 6 BIDANG DIAGONAL

  


JARING-JARING KUBUS

Bangun kubus yang diiris pada beberapa rusuknya akan membentuk bangun datar yang disebut Jaring-jaring

 

 


LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME KUBUS











B.   BALOK

Balok adalah bangun datar yang terdiri atas 3 pasang persegi panjang yang sama

KLMN = OPQR

KNRO = LMQP

KLPO = NMQR


Banyaknya titik sudut, rusuk, sisi, diagonal sisi, diagonal ruang dan bidang diagonal pada balok sama dengan kubus

Dapatkah kalian menyebutkannya ?

LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME BALOK






Minggu, 07 Februari 2021

MATK 8 : LINGKARAN 2 : PANJANG BUSUR DAN LUAS JURING

 

LINGKARAN 2 : PANJANG BUSUR DAN LUAS JURING

Pada pertemuan minggu lalu kalian telah belajar bagian-bagian lingkaran dan menghitung keliling dan luas lingkaran.

Beberapa bagian lingkaran telah kalian dapatkan di Sekolah Dasar seperti titik pusat ,jari-jari, diameter, luas dan keliling lingkaran.

Kalian juga mendapatkan istilah baru seperti sudut pusat dan sudut keliling, BUSUR, JURING, TEMBERENG dan APOTHEMA

Kalau lupa coba dilihat lagi catatannya

Hari ini kita akan upgrade pengetahuan dan keterampilan tentang konsep lingkaran


Kalau dulu waktu SD baru sampai keliling dan luas lingkaran, yuk hari ini kita lanjutkan bagaimana menghitung panjang busur dan luas juring lingkaran.

Kemarin kalian Ibu berikan Latihan Soal menghitung keliling dan luas lingkaran ya

Yuk kita bahas terlebih dahulu,

1.   Suatu kue berbentuk lingkaran padat dengan jari-jari 14 cm. Kue tersebut dibagi menjadi 6 bagian berbentuk juring yang sama bentuknya.

a.    Ukuran sudut pusat masing-masing potongan adalah ..... ( besar sudut satu lingkaran 3600 )

b.    Luas kue tersebut adalah.... 

2.    Sebuah roda dokar berbentuk lingkaran dengan diameter 70 cm

a.   Panjang jari-jarinya .....

b.  Keliling roda ....








Demikian ya anak-anak sudah beberapa contoh soal menghitung panjang busur dan luas juring lingkaran.  Kalian sudah paham kan....
Jika ada yang belum bisa berdiskusi dengan temannya atau bertanya ke ibu lewat grup wa atau wapri.

Untuk mengukur pemahaman kalian cobalah mengerjakan Tugas Mandiri berikut di buku catatan. 
Mudah-mudahan dengan mengerjakannya dapat menjawab soal pilihan ganda dengan lancar. 

MATK 7 : ARITMATIKA SOSIAL 2 (PERSENTASE UNTUNG/RUGI, DISKON DAN PAJAK)

 

ARITMETIKA SOSIAL 2 
 PERSENTASE UNTUNG/RUGI, DISKON, DAN PAJAK


Pada minggu yang lalu kalian sudah belajar tentang Untung Rugi yang dinyatakan dengan rupiah.

Selain dihitung dalam rupiah, keuntungan atau kerugian bisa dinyatakan dalam persen. Yaitu Persentase Keuntungan dan Persentase Kerugian.

1. Persentase Keuntungan

Persentase Keuntungan digunakan untuk mengetahui persentase keuntungan dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
Rumusnya mencari besar keuntungan dari suatu penjualan adalah:
U = HJ – HB
Untung sama dengan Harga Jual dikurangi Harga Beli. (Harga jual > dari Harga beli)
Rumus mencari persentasi keuntungan dari suatu penjualan adalah :

Persentase Keuntungan sama dengan Besar Keuntungan dibagi Harga Beli, kemudian dikali 100%  (Hasilnya dalam bentuk Persen(%))

Keterangan :
U = Untung
HJ = Harga Jual
HB = Harga Beli
PU = Persentase Keuntungan

Contoh:
Pak Ridwan membeli sepeda motor bekas dengan harga Rp. 4.000.000,-. Satu minggu kemudian sepeda motor tersebut di jual kembali dengan harga Rp. 4.200.000. Tentukan persentase keuntungan Pak Ridwan dari hasil menjual motornya!
Penyelesaian:
Diketahui:
Harga Beli (HB) = Rp. 4.000.000,-
Harga Jual (HJ) = Rp. 4.200.000,-
Ditanyakan Persentase Keuntungan (PU)...?
Jawaban:

Kita cari keuntungan dalam rupiah, kemudian baru dihitung dalam persentase.

Besar keuntungan pak Ridwan adalah Rp. 200.000. Jadi persentase keuntungannya  sebesar 5%

2. Persentase Kerugian

Persentase kerugian digunakan untuk mengetahui persentase kerugian dari suatu penjualan terhadap modal yang dikeluarkan.
Rumusnya mencari besar kerugian dari suatu penjualan adalah:


R = HB – HJ
Rugi sama dengan Harga Beli dikurangi Harga Jual. (Harga Beli > dari Harga Jual)

Rumus mencari persentasi kerugian dari suatu penjualan adalah :

Persentase Kerugian sama dengan Besar Kerugian dibagi Harga Beli kemudian dikali 100%. (Hasilnya dalam bentuk Persen(%))

        Keterangan :
R = Untung
HJ = Harga Jual
HB = Harga Beli
PR = Persentase Kerugian

 Contoh:

Pak Hilman membeli sebuah mobil bekas dengan harga Rp. 40.000.000,-. Satu tahun kemudian mobil tersebut di jual dengan harga Rp. 36.000.000,-. Tentukan persentase kerugian Pak Hilman dari hasil penjualan mobil tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui:
Harga Beli (HB) = Rp. 40.000.000,-
Harga Jual (HJ) = Rp. 36.000.000,-
Ditanyakan Persentase Kerugian (PR)...?
Jawaban:

Besar kerugian Pak Hilman adalah Rp. 4.000.000, maka persentase kerugiannya : 10%

3. Diskon ( potongan Harga )

Saat menjelang lebaran atau akhir tahun, jika kita pergi ke toko, minimarket, supermarket, atau tempat jualan lainnya, kadang kita menjumpai tulisan Diskon 10%, diskon 20%, atau diskon 50%.

Secara umum diskon adalah potongan harga yang diberikan oleh penjual terhadap suatu barang.

Misal suatu barang bertuliskan harga Rp200.000,00 dengan diskon 15%. Ini berarti barang tersebut mendapatkan potongan harga sebesar

Sehingga harga barang tersebut setelah dipotong  adalah 200.000 – 30.000 = Rp 170.000.


4. Pajak

Jika diskon adalah potongan atau pengurangan nilai terhadap harga awal, maka sebaliknya pajak adalah besaran nilai suatu barang atau jasa yang wajib dibayarkan oleh masyarakat kepada Pemerintah. Misalnya , kalian berbelanja di toko, mini market, atau supermarket. Ketika menerima bukti (struk) pembayaran, di bagian bawah akan tertera pajak yang harus dibayar oleh pembeli.

Besarnya pajak diatur oleh  peraturan perundang-undangan sesuai dengan jenis pajak. Dalam transaksi jual beli terdapat jenis pajak yang harus dibayar oleh pembeli, yaitu

a.    Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Penjual yang menerima pembayaran pajak dari pembeli akan menyetorkan pada kas negara. Biasanya besarnya PPN adalah 10%.

b.    Pajak UMKM ( Usaha Mikro Kecil dan Menengah). Besarnya pajak UMKM adalah 1% dari omzet. Omzet adalah uang hasil penjualan barang dagangan selama masa jual ( biasanya 1 bulan )

Contoh :

        1.    Toko “MURAH”  menjual jam tangan seharga Rp 500.000,00. Jam tersebut dibeli oleh Andi         dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 10%.

Berapakan uang yang dikeluarkan Andi untuk membeli jam tangan tersebut ?

Jawab :

Harga yang harus dibayar = harga barang + pajak = 500.000 + 50.000 = 550.000

Jadi uang yang dikeluarkan Andi adalah Rp 550.000

            2.    Pak Sabar biasa menjual bakso setiap hari sebanyak 200 porsi, dengan harga per porsi  Rp 8.000.   Berapakah pajak UMKM yang harus dibayar Pak Sabar dalam satu bulan ?

Jawab :

Omzet sehari = 200 x 8.000 = 1.600.000

Omzet sebulan = 30 x 1.600.000 = 48.000.000

Jadi Pak Sabar harus menyetor pajak UMKM sebesar Rp 480.000 sebulan.

 

Untuk menguji pemahaman  kalian cobalah berlatih soal berikut.

Sebaiknya kalian kerjakan di buku kalian masing-masing sebelum kalian menjawab soal pilihan ganda.

Latiha soal :

 1.    Adi membeli sepeda dengan harga Rp 6.000.000,00. Sepeda itu ia jual dengan harga Rp        6.300.000,00 rupiah. Tentukan persentase untungnya.

2.    Sebuah kaos dijual di toko dengan label harga Rp 80.000,00 dengan bertuliskan diskon 20%. Jika Arini membeli kaos itu, berapakah uang yang harus dibayarkan Arini ?

3.    Pak Iqbal menjual laptop (baru) dengan harga Rp4.000.000 ,00 (tanpa pajak). Laptop tersebut dibeli oleh Pak Ro’uf dengan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10%. Tentukan uang yang harus dibayarkan oleh Ro’uf (termasuk pajak)

4.      Pak Rudi berhasil menjual tas setiap hari sebanyak 50 tas dengan harga per tas Rp250.000,00. Berapakah pajak UMKM yang harus dibayar oleh Pak Rudi dalam satu bulan?


Selamat belajar semoga sukses...

Senin, 01 Februari 2021

Mat.7 Aritmetika Sosial

 Memahami Keuntungan dan Kerugian


Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan jual beli atau perdagangan sering dijumpai. Dalam perdagangan terdapat penjual dan pembeli. Jika kita ingin memperoleh barang yang kita inginkan maka kita harus melakukan pertukaran untuk mendapatkannya. Misalnya penjual menyerahkan barang kepada pembeli sebagai gantinya pembeli menyerahkan uang sebagai penganti barang kepada penjual.
Seorang pedagang membeli barang dari pabrik untuk dijual lagi dipasar. Harga barang dari pabrik disebut modal atau harga pembelian sedangkan harga dari hasil penjualan barang disebut harga penjualan.

Dalam Perdagangan akan kita jumpai beberapa istilah antara lain :

1. Harga Pembelian / modal ( HB )
2. Harga Penjualan ( HJ )
3. Untung ( U )
4. Rugi ( R )

5. Impas ( I )

1. Harga Pembelian / Modal ( HB )
    Harga pembelian ( HB ) adalah harga untuk membeli bahan baku atau benda yang akan dijual / modal yang dikeluarkan oleh pedagang untuk membeli barang

2. Harga Penjualan ( HJ )
    Harga penjualan ( HJ ) adalah harga ketika barang atau benda tersebut dijual

3. Untung ( U )
    Untung adalah selisih yang didapat antara harga penjualan suatu barang dengan harga pembeliannya dengan syarat nilai harga jual lebih tinggi dari harga pembelian

Rumus :  U = HJ - HB

4. Rugi ( R )
    Rugi adalah selisih yang didapat antara harga penjualan suatu barang dengan harga pembeliannya dengan syarat nilai harga jual lebih rendah dari harga pembelian.

Rumus :  R = HB - HJ

5. Impas ( I )
    Impas adalah ketika Harga Penjualan sama dengan harga pembelian

Untuk lebih memahami beberapa istilah diatas mari kita amati beberapa masalah berikut ini:

1. Pak Subur Tukang Bubur Ayam

Pak Subur seorang penjual bubur ayam di daerah Jakarta. Seperti biasa, setiap pagi
Pak Subur pergi ke pasar untuk berbelanja bahan pokok untuk membuat bubur
ayam. Untuk membeli bahan pokok bubur tersebut, Pak Subur menghabiskan
uang Rp1.000.000,00. Dengan bahan baku tersebut Pak Subur mampu membuat
sekitar 130 porsi bubur ayam dan dijual dengan harga Rp10.000,00 per porsi.
Pada hari itu Pak Subur mampu menjual 110 porsi bubur ayam. Untung atau rugikah Pak Subur?
mari kita bahas bersama
HB = Rp. 1.000.000,00  ( modal yang dikeluarkan Pak Subur )
HJ = Rp. 10,000,00 x 110 = Rp. 1.100.000,00 ( uang yang didapat Pak Subur dari hasil menjual bubur )
Nah ternyata HJ lebih besar dari HB maka Pak Subur mendapat Untung
Berapa Keuntungannya?
U = HJ - HB
U = Rp. 1.100.000,00 - Rp. 1.000.000,00 = Rp. 100.000,00
Jadi keuntungan Pak Subur hari itu adalah Rp. 100.000,00

2. Pak Soso Tukang Bakso
Pak Soso seorang penjual bakso di daerah Malang. Setiap hari Pak Soso
menghabiskan Rp.800.000,00 untuk berbelanja bahan baku untuk membuat
bakso. Dengan bahan baku tersebut Pak Soso mampu membuat rata-rata 120
porsi dengan harga Rp.8.000,00 per porsi. Pada hari itu terjadi hujan di tempat
Pak Soso biasa berjualan, sehingga bakso yang laku terjual hanya 90 porsi. Untung atau rugikah Pak Soso ?

yoo....kita bahas bareng
HB = Rp. 800.000,00 ( modal yang dikeluarkan Pak Soso )
HJ = Rp. 8.000,00 x 90 = Rp. 720.000,00 
ternyata HJ lebih kecil dari HB maka Pak Soso Mengalami Kerugian
Berapa Kerugiannya?
R = HB - HJ
R = Rp. 800.000,00 - Rp. 720.000,00 = Rp. 80.000,00
Jadi Pak Soso hari itu rugi Rp. 80.000,00 
3. Pak Sarto Tukang Sate
Pak Sarto seorang penjual sate di daerah Madura. Setiap hari Pak Sarto
menghabiskan Rp.700.000,00  untuk berbelanja bahan baku untuk membuat
sate. Dengan bahan baku tersebut Pak Sarto mampu membuat rata-rata 100 porsi
dengan harga Rp10.000,00 per porsi. Pada hari itu terjadi hujan di tempat Pak
Sarto biasa berjualan, sehingga sate yang laku terjual hanya 70 porsi. Untung atau rugikah Pak Sarto?
mari kita hitung bareng
HB = Rp.700.000,00
HJ = Rp.10.000,00 x 70 = Rp.700.000,00
ternyata HJ = HB maka Impas / balik modal dengan kata lain Pak Sarto tidak untung ataupun rugi
Demikianlah anak-anak cara menghitung Keuntungan atau Kerugian yang dialami oleh Pedagang.
Jika diantara kalian kelak ada yang ingin memnjadi Pedagang yang Sukses maka materi ini akan sangat membantu
Tugas
Kerjakan Soal-soal dibawah ini pada buku kalian masing-masing kemudian difoto dan kirim ke Bapak lewat WA. jangan lupa tulis Nama, kelas dan nomor absen kalian.

1. Pak Sabar seorang penjual nasi goreng di daerah Jakarta. Seperti biasa, setiap pagi
Pak Sabar pergi ke pasar untuk berbelanja bahan pokok untuk membuat nasi goreng
 Untuk membeli bahan pokok nasi goreng  tersebut, Pak Sabar menghabiskan
uang Rp.900.000,00. Dengan bahan baku tersebut Pak Sabar mampu membuat
sekitar 120 porsi nasi goreng dan dijual dengan harga Rp11.000,00 per porsi.
Pada hari itu Pak Sabar mampu menjual 100 porsi nasi goreng. Untung atau rugikah Pak Sabar? Berapa untung atau ruginya?

2. Seorang pedagang sayuran mengeluarkan modal Rp.1.500.000,00
 untuk menjalankan usahanya. Jika pada hari itu dia mendapatkan keuntungan sebesar Rp.200.000,00, Berapa pendapatan pedagang tersebut?


SELAMAT MENGERJAKAN

AB 9 PENYAJIAN DATA (3)

  PENYAJIAN DATA : DIAGRAM LINGKARAN Pada pertemuan sebelumnya, kalian sudah mengenal bentuk penyajian data berupa tabel, diagram batang dan...